History
Dimulai dari sebuah toko sederhana di sebuah desa di Wonogiri, Jawa Tengah.
Seorang pria muda bernama T.K Suprana mengamati cara pembuatan jamu dari Ibunya. Beliau kemudian mengabdikan hampir seluruh waktunya untuk mempelajari dan bereksperimen mengenai metode baru pembuatan jamu yang dikemas dalam bentuk yang serbuk dan praktis agar masyarakat dari berbagai daerah bisa menikmatinya dengan rasa dan juga khasiat yang sama.
Jamu Jago merupakan perusahaan pertama di dunia yang memproduksi jamu dalam bentuk serbuk. sebelumnya jamu dijual dalam bentuk racikan berbagai tanaman terutama dedaunan yang kemudian direbus dan diseduh menjadi bentuk minuman seperti halnya teh.
Berkembang pesat menjadi perusahaan nasional, pada tahun 1960 PT. DJAGO mendirikan anak perusahaan industri farmasi bernama PT. Dasa Gaya Farmasi (DEGEPHARM) dan perusahaan distribusi yang bernama CV. RUKUN.
Pada suatu hari, terdapat seorang musafir yang mengenakan pakaian berwarna hitam yang juga membawa seekor ayam jantan, datang dan mengetuk pintu kediaman T.K Suprana di Wonogiri. Dengan sopan, ia memohon minuman dan juga tempat beristirahat. Mengamati bahwa musafir tersebut tampak lelah dan membutuhkan tempat beristirahat, T.K Suprana dengan tulus menawarkan makanan dan memberikan izin baginya untuk menginap di rumahnya.
Keesokan harinya, musafir tersebut menyaksikan T.K Suprana sedang sibuk meracik ramuan jamu dan membuka sebuah toko jamu di dalam rumahnya. Pada saat itu, toko tersebut belum memiliki sebuah nama yang dikenal.
Sebagai bentuk penghargaan atas bantuan yang diterima, musafir itu memberikan saran kepada T.K Suprana untuk memberi nama usahanya “DJAGO,” yang merujuk pada ayam jantan yang dibawa oleh musafir tersebut. Dengan harapan bahwa seperti ayam tersebut, T.K Suprana akan mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam usahanya, sehingga ia dapat memberikan kesejahteraan bagi keluarganya dan generasi berikutnya untuk selama-lamanya.
Sejarah Management
Generasi ke 1
Generasi ke 2
Generasi ke 3
Generasi ke 4
